• Daftar Pewarta
  • About Us
  • Periklanan
Jumat, April 17, 2026
TribunAsia.net
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Pemilu
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Nulis Yuk!
TribunAsia.net
  • Home
  • News
  • Pemilu
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Nulis Yuk!
No Result
View All Result
Tribunasia.net
No Result
View All Result
Home Asia

Korea Utara Berikan Dukungan Penuh Pada Rusia, Ditengah Perang Rusia dan Ukraina, Negara Barat Terkejut

Jurnalis Asia by Jurnalis Asia
20 Juni 2023
in Asia, Nasional, News, Politik
0
Korea Utara Berikan Dukungan Penuh Pada Rusia, Ditengah Perang Rusia dan Ukraina, Negara Barat Terkejut
Share on FacebookShare on Twitter

TribunAsia.net, Moskow – Di tengah isolasi dari negara-negara barat karena serangan Moskow ke Ukraina, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dengan tegas menyatakan dukungan penuh kepada Rusia.

Dalam pesan Telegram yang ditujukan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam rangka memperingati Hari Nasional Rusia, Kim menyatakan bahwa rezimnya akan mendukung perang antara Kremlin dan Ukraina.

Baca juga : President Vladimir Putin Mourns the Death of Silvio Berlusconi

Kim mengakui bahwa rakyat Rusia sedang menghadapi peningkatan ancaman dan tantangan yang berusaha merusak kedaulatan, keamanan, dan kehidupan damai negara mereka.

Oleh karena itu, seluruh rakyat Korea Utara secara penuh mendukung dan bersatu dengan Rusia dalam melindungi kedaulatan dan kepentingan negara tersebut.

Berita Terbaru : Profile of Putri Ariani, Visually Impaired Singer and Winner of America’s Got Talent Captivates the World

Kim meyakinkan bahwa keadilan akan selalu menang, dan rakyat Rusia akan terus memuliakan sejarah kemenangan.

Korea Utara berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan baik dengan Rusia dan meningkatkan kerja sama strategis antara Pyongyang dan Moskow.

Selain itu, Kim juga menyampaikan harapannya agar Putin senantiasa sehat dan sukses dalam memimpin Rusia, sambil mengharapkan kemakmuran, pembangunan, dan kemenangan abadi bagi rakyat Rusia.

Berita Populer : Suzuki Luncurkan Mobil Mewah Irit BBM, Harganya Cuma Rp 86 Jutaan!

Korea Utara dan Rusia saat ini menjalin hubungan yang kuat, mencerminkan masa-masa terbaik sejak Perang Dingin ketika rezim Kim menjadi mitra penting bagi Uni Soviet.

Putin berjanji untuk memperluas hubungan bilateral yang komprehensif dan konstruktif dengan Korea Utara, sementara Kim mengakui bahwa kerja sama antara kedua negara telah mencapai puncaknya dalam menghadapi kekuatan musuh.

Kedua pemimpin memperkuat kedekatan mereka melalui pertemuan tingkat tinggi bersejarah di Vladivostok, Rusia Timur pada tahun 2019.

Rusia juga telah mengambil keputusan politik untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Korea Utara dan merangsang kepentingan bisnis Rusia di Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Baca juga : AirAsia Hadirkan Tiket Promo Kursi Gratis untuk Para Penumpang!

Rusia memiliki tujuan untuk meningkatkan volume perdagangan dengan Korea Utara hingga sepuluh kali lipat pada tahun 2020.

Selain itu, Moskow tengah mengembangkan sejumlah proyek investasi di DPRK, dan perusahaan Rusia juga sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan lebih banyak lagi.

Dukungan penuh Korea Utara kepada Rusia dan perluasan kerja sama mereka mencerminkan persatuan yang kuat antara kedua negara.

Di tengah isolasi dan tekanan dari negara-negara barat, persatuan antara Rusia dan Korea Utara semakin menguat dan menciptakan sebuah cerita yang mengesankan.

Meskipun dua negara tersebut terpisah oleh ribuan kilometer dan budaya yang berbeda, mereka menemukan kekuatan dalam kemitraan yang kokoh dan saling mendukung satu sama lain.

Baca juga: AirAsia SuperApp dan FoodPanda Jalin Kerja Sama Dobrak Pasar ASEAN

Ketika serangan Moskow terhadap Ukraina membuat Rusia menghadapi isolasi internasional, Korea Utara dan pemimpinnya, Kim Jong Un, dengan tegas menyatakan dukungan penuh kepada Rusia.

Dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi, mereka menyepakati untuk memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan militer.

Korea Utara menyadari bahwa dukungan mereka kepada Rusia merupakan peluang untuk memperluas pengaruh dan keberadaan mereka di panggung dunia.

Di saat yang sama, Rusia melihat potensi kerja sama dengan Korea Utara sebagai cara untuk mengatasi isolasi internasional dan mengeksploitasi sumber daya dan peluang baru di Semenanjung Korea.

Kedua negara mulai saling memberikan manfaat dalam berbagai bidang. Rusia memberikan bantuan teknologi dan dukungan keuangan kepada Korea Utara, membantu negara itu mengatasi beberapa tantangan ekonomi yang dihadapinya.

Di sisi lain, Korea Utara membuka pintu bagi investasi dan bisnis Rusia di sektor energi, infrastruktur, dan pertambangan di negara mereka.

Baca Juga : Menggetarkan Negeri: Ini Dia 4 Perkembangan Terkini Usai Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Malaysia!

Persatuan mereka juga terlihat dalam bidang militer. Korea Utara dan Rusia meningkatkan kerja sama pertahanan dan pertukaran intelijen, memperkuat kapabilitas mereka dalam menghadapi ancaman eksternal.

Latihan militer bersama antara kedua negara diadakan secara teratur, memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi segala kemungkinan.

Namun, persatuan mereka tidak hanya terbatas pada urusan politik dan ekonomi. Terjalinnya hubungan antara Rusia dan Korea Utara juga mempengaruhi kedua masyarakat secara sosial dan budaya.

Pertukaran budaya, pertunjukan seni, dan pertukaran siswa antara kedua negara semakin meningkat, membawa pemahaman yang lebih baik antara kedua bangsa dan memperkuat ikatan emosional di antara mereka.

Melalui persatuan ini, Rusia dan Korea Utara berhasil menghadapi isolasi internasional dengan teguh. Mereka menunjukkan kepada dunia bahwa dengan saling mendukung dan menghormati, negara-negara dapat mengatasi tantangan yang dihadapi.

Kerja sama ini menjadi contoh bagi negara-negara lain tentang pentingnya persatuan dan kemitraan dalam menghadapi kesulitan dan mencapai kemajuan bersama.

Berita Terkini : Era Presiden Jokowi Ditandai Dengan Pertumbuhan Ekonomi yang Signifikan di Indonesia

Dengan waktu berlalu, persatuan Rusia dan Korea Utara semakin menguat dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.

Mereka saling mengisi dan saling mendukung, menghadapi isolasi dari negara-negara barat dengan keberanian dan tekad yang mengesankan.

Ilustrasi: Persatuan Rusia dan Korea Utara

Pada suatu hari yang cerah di ibu kota Rusia, Moskow, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Kim Jong-un bertemu untuk membahas isu-isu penting yang melibatkan kedua negara mereka. K

eduanya memiliki visi yang sama, yaitu memperkuat persatuan dan kerjasama antara Rusia dan Korea Utara untuk menciptakan kekuatan besar yang tak terkalahkan di panggung dunia.

BacaJuga

Ibnu Basir: Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Pakai Uang? Simak Penjelasannya

Ibnu Basir: Di Tangan Muhammad Adam, Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Akan Lebih Bersinar

Aplikasi Buatan Gibran Dapat Dana Rp 3 Triliun, Kok Bisa ya? Ternyata Ini Rahasianya

Alasan Kasus Covid Singapura Naik Gila-Gilaan, Waspada!

Presiden Putin dan Presiden Kim Jong-un menyadari bahwa untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus melampaui perbedaan ideologi dan budaya yang ada di antara mereka.

Mereka sepakat untuk membangun fondasi kerjasama yang kuat dengan saling menghormati dan mendukung satu sama lain.

Pertama-tama, mereka fokus pada bidang ekonomi. Keduanya menyadari potensi besar yang dimiliki oleh kedua negara dalam sumber daya alam, industri, dan teknologi. Presiden Putin menawarkan bantuan teknologi Rusia kepada Korea Utara dalam pengembangan infrastruktur, energi, dan industri. Sementara itu, Korea Utara menawarkan potensi pasar yang besar bagi produk-produk Rusia. Dalam waktu singkat, kerjasama ekonomi antara kedua negara tersebut meningkat dengan pesat, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi kedua belah pihak.

Berita Inpirasi : Hasan Tiro dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM): Bukti Sejarah Bagi Indonesia dan Dunia

Selain itu, kedua pemimpin tersebut juga berkomitmen untuk memperkuat kerjasama di bidang keamanan. Mereka menyadari pentingnya menjaga kekuatan militer yang kuat dan memperkuat pertahanan negara mereka.

Oleh karena itu, mereka saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi militer, pelatihan personel, dan intelijen.

Hal ini memungkinkan Rusia dan Korea Utara memiliki kekuatan pertahanan yang tidak hanya tangguh secara individual, tetapi juga dapat saling melengkapi dan mendukung satu sama lain.

Selain kerjasama di bidang ekonomi dan keamanan, keduanya juga menyadari pentingnya diplomasi dan hubungan internasional yang baik.

Presiden Putin dan Presiden Kim Jong-un secara aktif terlibat dalam dialog dengan negara-negara lain untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di tingkat global.

Kedua negara tersebut memainkan peran penting dalam negosiasi dan mediasi konflik regional, dengan tujuan untuk mencapai solusi yang adil dan damai.

Seiring berjalannya waktu, persatuan Rusia dan Korea Utara semakin kuat dan solid. Kekuatan mereka tidak hanya didasarkan pada sumber daya alam dan kekuatan militer, tetapi juga pada visi bersama untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Presiden Putin dan Presiden Kim Jong-un berhasil membuktikan kepada dunia bahwa dengan mengatasi perbedaan dan bekerja sama secara terpadu, mereka dapat mencapai kekuatan yang tak terkalahkan.

Baca juga: Gus Adam Calon DPR RI 2024 Jadi Sorotan Publik Aceh

Kisah persatuan Rusia dan Korea Utara menjadi inspirasi bagi banyak negara lain di dunia. Mereka membuktikan bahwa persatuan dan kerjasama adalah kunci untuk mengatasi perbedaan dan membangun kekuatan yang tidak tergoyahkan.

Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja sama melintasi batas-batas yang memisahkan kita, dan bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik.

Pada suatu hari yang cerah di ibu kota Rusia, Moskow, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Kim Jong-un bertemu untuk membahas isu-isu penting yang melibatkan kedua negara mereka.

Keduanya memiliki visi yang sama, yaitu memperkuat persatuan dan kerjasama antara Rusia dan Korea Utara untuk menciptakan kekuatan besar yang tak terkalahkan di panggung dunia.

Presiden Putin dan Presiden Kim Jong-un menyadari bahwa untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus melampaui perbedaan ideologi dan budaya yang ada di antara mereka.

Mereka sepakat untuk membangun fondasi kerjasama yang kuat dengan saling menghormati dan mendukung satu sama lain.

Pertama-tama, mereka fokus pada bidang ekonomi. Keduanya menyadari potensi besar yang dimiliki oleh kedua negara dalam sumber daya alam, industri, dan teknologi.

Presiden Putin menawarkan bantuan teknologi Rusia kepada Korea Utara dalam pengembangan infrastruktur, energi, dan industri.

Sementara itu, Korea Utara menawarkan potensi pasar yang besar bagi produk-produk Rusia. Dalam waktu singkat, kerjasama ekonomi antara kedua negara tersebut meningkat dengan pesat, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi kedua belah pihak.

Berita Populer : Recep Tayyip Erdogan Dilantik Sebagai Presiden Turki untuk Ketiga Kalinya

Selain itu, kedua pemimpin tersebut juga berkomitmen untuk memperkuat kerjasama di bidang keamanan. Mereka menyadari pentingnya menjaga kekuatan militer yang kuat dan memperkuat pertahanan negara mereka.

Oleh karena itu, mereka saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi militer, pelatihan personel, dan intelijen.

Hal ini memungkinkan Rusia dan Korea Utara memiliki kekuatan pertahanan yang tidak hanya tangguh secara individual, tetapi juga dapat saling melengkapi dan mendukung satu sama lain.

Selain kerjasama di bidang ekonomi dan keamanan, keduanya juga menyadari pentingnya diplomasi dan hubungan internasional yang baik.

Presiden Putin dan Presiden Kim Jong-un secara aktif terlibat dalam dialog dengan negara-negara lain untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di tingkat global.

Kedua negara tersebut memainkan peran penting dalam negosiasi dan mediasi konflik regional, dengan tujuan untuk mencapai solusi yang adil dan damai.

Seiring berjalannya waktu, persatuan Rusia dan Korea Utara semakin kuat dan solid. Kekuatan mereka tidak hanya didasarkan pada sumber daya alam dan kekuatan militer, tetapi juga pada visi bersama untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Presiden Putin dan Presiden Kim Jong-un berhasil membuktikan kepada dunia bahwa dengan mengatasi perbedaan dan bekerja sama secara terpadu, mereka dapat mencapai kekuatan yang tak terkalahkan.

Baca juga: Stockbit dan Fullerton Kolaborasi Akuisisi Perusahaan Manajemen Aset Ayers Asia

Kisah persatuan Rusia dan Korea Utara menjadi inspirasi bagi banyak negara lain di dunia. Mereka membuktikan bahwa persatuan dan kerjasama adalah kunci untuk mengatasi perbedaan dan membangun kekuatan yang tidak tergoyahkan.

Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja sama melintasi batas-batas yang memisahkan kita, dan bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik.

Persatuan Rusia dan Korea Utara Menjadi Ketakutan bagi Negara Barat

Pada saat Presiden Vladimir Putin dan Presiden Kim Jong-un mengumumkan persatuan antara Rusia dan Korea Utara, negara-negara Barat menjadi cemas dan takut akan kekuatan yang dihasilkan dari aliansi ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa persatuan tersebut menjadi ketakutan bagi negara-negara Barat:

Kekuatan Militer yang Kuat: Rusia dan Korea Utara memiliki kekuatan militer yang signifikan. Rusia merupakan negara dengan salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia, sementara Korea Utara telah mengembangkan program nuklir dan rudal yang menimbulkan ancaman serius.

Persatuan mereka dalam hal kekuatan militer akan menciptakan aliansi yang sulit dihadapi oleh negara-negara Barat.

Potensi Ekonomi dan Sumber Daya Alam: Keduanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak, gas, dan mineral.

Dalam persatuan ini, Rusia dapat memberikan teknologi dan investasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Korea Utara.

Potensi ekonomi yang besar ini akan memberikan mereka kekuatan finansial yang signifikan dan mengurangi ketergantungan mereka pada negara-negara Barat.

Pengaruh Politik dan Diplomasi: Rusia dan Korea Utara memiliki pengaruh politik yang signifikan di tingkat global. Dengan persatuan mereka, pengaruh mereka akan semakin meningkat, terutama dalam hal diplomasi regional dan negosiasi internasional.

Negara-negara Barat menjadi cemas bahwa persatuan ini akan mengancam kepentingan dan pengaruh politik mereka di berbagai konflik dan perundingan.

Aliansi Non-Tradisional: Persatuan ini menunjukkan bahwa negara-negara dapat membentuk aliansi yang tidak selaras dengan kepentingan Barat.

Dalam hal ini, Rusia dan Korea Utara dapat memperkuat hubungan mereka berdasarkan prinsip-prinsip yang berbeda dengan negara-negara Barat, termasuk ideologi dan sistem politik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa persatuan mereka dapat mempengaruhi dinamika kekuasaan global.

Namun, penting untuk dicatat bahwa opini ini tergantung pada sudut pandang masing-masing. Tidak semua negara Barat akan melihat persatuan ini sebagai ancaman.

Beberapa mungkin melihatnya sebagai peluang untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Rusia dan Korea Utara melalui dialog dan kerjasama.

Apa Keuntungan Bagi Rusia Jika Korea Utara bersekutu dengan Rusia

Jika Rusia bersekutu dengan Korea Utara, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh Rusia:

Kekuatan Militer: Dengan bersekutu dengan Korea Utara, Rusia dapat meningkatkan kehadiran militer di wilayah Asia Timur.

Hal ini dapat memberikan keuntungan strategis dalam mengamankan kepentingan nasional Rusia di kawasan tersebut.

Selain itu, kerjasama militer dengan Korea Utara dapat melibatkan pertukaran teknologi, latihan bersama, dan pengembangan sistem pertahanan yang kuat, yang dapat meningkatkan kemampuan militer Rusia secara keseluruhan.

Akses ke Pasar dan Sumber Daya Alam: Korea Utara memiliki potensi sebagai pasar baru untuk produk-produk Rusia.

Dengan bersekutu, Rusia dapat memperluas perdagangan bilateral dengan Korea Utara dan mengakses sumber daya alam yang dimiliki negara tersebut, seperti mineral dan energi. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Rusia.

Posisi Diplomatik: Melalui sekutu dengan Korea Utara, Rusia dapat memperoleh posisi diplomatik yang lebih kuat di tingkat regional dan internasional.

Dalam konteks perundingan dan negosiasi, Rusia dapat menggunakan hubungan dengan Korea Utara sebagai alat untuk mempengaruhi kebijakan regional dan mengamankan kepentingan nasionalnya.

Persatuan dengan Korea Utara juga dapat memberikan Rusia akses ke jaringan diplomasi yang lebih luas melalui negara-negara lain yang memiliki hubungan dengan Korea Utara.

Mengimbangi Pengaruh Barat: Bersekutu dengan Korea Utara dapat menjadi langkah bagi Rusia untuk mengimbangi pengaruh negara-negara Barat di kawasan tersebut.

Persatuan dengan Korea Utara dapat menggoyang dinamika kekuasaan global dan memberikan alternatif bagi negara-negara di kawasan tersebut yang mencari alternatif dari pengaruh Barat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa keuntungan-keuntungan ini dapat bervariasi tergantung pada dinamika hubungan antara Rusia dan Korea Utara, serta faktor-faktor politik dan ekonomi yang mempengaruhi kedua negara tersebut.

Manfaat bagi Korea Utara jika bersekutu dengan Rusia

Jika Korea Utara bersekutu dengan Rusia, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh Korea Utara:

Keamanan dan Pertahanan: Bersekutu dengan Rusia memberikan Korea Utara keuntungan dalam hal keamanan dan pertahanan.

Rusia memiliki kekuatan militer yang kuat dan kemampuan teknologi yang dapat membantu Korea Utara meningkatkan kemampuan pertahanan mereka. Kerjasama dalam hal pertukaran intelijen, pelatihan militer, dan pengembangan senjata dapat meningkatkan kemampuan Korea Utara untuk melindungi diri dari ancaman luar.

Ketergantungan Ekonomi yang Lebih Beragam: Korea Utara memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap China.

Dengan bersekutu dengan Rusia, Korea Utara dapat mengurangi ketergantungan ini dan mendiversifikasi hubungan ekonomi mereka.

Rusia dapat menjadi mitra dagang baru yang penting bagi Korea Utara, membantu mereka mengakses pasar internasional dan sumber daya ekonomi yang beragam.

Dukungan Politik dan Diplomatik: Persatuan dengan Rusia memberikan dukungan politik dan diplomatik bagi Korea Utara di tingkat internasional.

Rusia dapat membantu Korea Utara dalam menghadapi tekanan dan sanksi dari negara-negara Barat dan organisasi internasional.

Hubungan erat dengan Rusia juga dapat memberikan akses Korea Utara ke jaringan diplomatik yang lebih luas, yang dapat membantu mereka memperoleh dukungan politik dalam konflik dan perundingan.

Pengembangan Infrastruktur dan Industri: Rusia memiliki keahlian dan teknologi dalam pengembangan infrastruktur dan industri.

Dengan bersekutu, Korea Utara dapat memanfaatkan bantuan dan investasi dari Rusia untuk meningkatkan infrastruktur mereka, termasuk transportasi, energi, dan industri manufaktur.

Hal ini dapat membantu Korea Utara dalam mengembangkan perekonomian mereka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Akses ke Sumber Daya dan Teknologi: Rusia merupakan negara dengan sumber daya alam yang melimpah dan kemajuan teknologi yang signifikan.

Bersekutu dengan Rusia memberikan Korea Utara akses potensial terhadap sumber daya alam seperti minyak, gas, dan mineral yang dapat mendukung perkembangan ekonomi mereka.

Selain itu, kerjasama dalam bidang teknologi dan penelitian ilmiah dapat membantu Korea Utara dalam meningkatkan kemajuan teknologinya.

Namun, perlu dicatat bahwa manfaat-manfaat ini tergantung pada dinamika hubungan antara Korea Utara dan Rusia, serta faktor-faktor politik dan ekonomi yang mempengaruhi kedua negara tersebut.

Media TribunAsia.net menerima Hak Jawab, Hak Sanggah, dan Hak Ralat. hubungi kami WhatsApp/Telpon : 0821-6731-2468

Ikuti Berita dan Baca Artikel yang lain di Google News

Tags: Berita terbaru RusiaHubungan Rusia dan Korea UtaraKim Jong Un dukung Presiden Rusia Vladimir PutinKorea Utara bersekutu dengan RusiaNegara AsiaNegara BaratPerang Ukraina dan RusiaPersatuan Rusia dan Korea UtaraPolitik NegaraSelidikinews.comTribunAsia.net
Share43Tweet27Send
Previous Post

Siapa Sih Youtuber Indonesia dengan Penghasilan Tertinggi di Tahun 2023

Next Post

Ide Makanan Sehat untuk Sarapan yang Mudah dan Cepat

Jurnalis Asia

Jurnalis Asia

Baca Juga

edit post
Ibnu Basir: Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Pakai Uang? Simak Penjelasannya

Ibnu Basir: Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Pakai Uang? Simak Penjelasannya

15 Maret 2026
edit post
Ibnu Basir: Di Tangan Muhammad Adam, Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Akan Lebih Bersinar

Ibnu Basir: Di Tangan Muhammad Adam, Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Akan Lebih Bersinar

10 Maret 2026
edit post
Aplikasi Bikinan Gibran Dapat Dana Rp 3 Triliun, Kok Bisa ya

Aplikasi Buatan Gibran Dapat Dana Rp 3 Triliun, Kok Bisa ya? Ternyata Ini Rahasianya

29 Januari 2024
edit post
Alasan Kasus Covid Singapura Naik Gila-Gilaan, Waspada!

Alasan Kasus Covid Singapura Naik Gila-Gilaan, Waspada!

4 Desember 2023
edit post
Firli Bahuri Tersangka Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

Firli Bahuri Tersangka Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

23 November 2023
edit post
Jokowi Pastikan Bansos Beras 10 Kilogram Lanjut Sampai Maret 2024

Jokowi Pastikan Bansos Beras 10 Kilogram Lanjut Sampai Maret 2024

23 November 2023
edit post
Bamsoet Dorong Netralitas TNI dalam pemilihan umum 2024 Saat Hadiri Sertijab Panglima TNI

Bamsoet Dorong Netralitas TNI dalam pemilihan umum 2024 Saat Hadiri Sertijab Panglima TNI

23 November 2023
edit post
Dairi Siap Jadi Tuan Rumah Aquabike Jetski World Championship

Dairi Siap Jadi Tuan Rumah Aquabike Jetski World Championship

23 November 2023
edit post
Andika Perkasa Sebut TPN Ganjar-Mahfud Buka Posko Aduan di area tempat Tiap Daerah

Andika Perkasa Sebut TPN Ganjar-Mahfud Buka Posko Aduan di tempat Tiap Daerah

23 November 2023
edit post
Ritual Hahomion Tanda Beroperasinya Pelabuhan Paropo Batuhorbo serta juga KMP Jurung-jurung

Ritual Hahomion Tanda Beroperasinya Pelabuhan Paropo Batuhorbo dan juga KMP Jurung-jurung

23 November 2023
Load More
Next Post
edit post
Daftar Makanan Sehat untuk Sarapan yang Mudah dan Cepat

Ide Makanan Sehat untuk Sarapan yang Mudah dan Cepat

POPULAR NEWS

edit post
Gus Adam Calon DPR RI 2024 Jadi Sorotan Publik Aceh

Gus Adam Calon DPR RI 2024 Jadi Sorotan Publik Aceh

15 Juni 2023
edit post

AKAOGAS Rayakan Penutupan Peserta Training dan Pemberian Sertifikasi BNSP

15 Juni 2023
edit post
Viral Beredar Putusan Presiden Kembali Tetapkan Achmad Marzuki Pj Gubernur Aceh

Viral Beredar Putusan Presiden Kembali Tetapkan Achmad Marzuki Pj Gubernur Aceh

4 Juli 2023
edit post
Abiya Doktor Ibrahim Qamarius Ketua Majelis Dzikir Samudra Pasai

Abiya Doktor Ibrahim Qamarius Ketua Majelis Dzikir Samudra Pasai

11 Juli 2023
edit post
Abu Khaidir Desak DPRK Aceh Utara Usulkan Tiga Nama Calon PJ Bupati, Sesuai Surat Mendagri

Abu Khaidir Desak DPRK Aceh Utara Usulkan Tiga Nama Calon PJ Bupati, Sesuai Surat Mendagri

19 Juni 2023

VIRAL PEKAN INI

edit post
60 Ribu Email Diplomat AS Dicuri Hacker China

60 Ribu Email Diplomat AS Dicuri Hacker China

29 September 2023
edit post
Kasus Google Ubah Total Masa Depan Android

Kasus Google Ubah Total Masa Depan Android

4 Desember 2023
edit post
J&T Express Akuisisi Fengwang Express Tiongkok Sebesar $170 Juta

J&T Express Akuisisi Fengwang Express Tiongkok Sebesar $170 Juta

15 Juni 2023
edit post
President Vladimir Putin Mourns the Death of Silvio Berlusconi

President Vladimir Putin Mourns the Death of Silvio Berlusconi

15 Juni 2023
  • About Us
  • Kontak/Periklanan
  • Kebijakan Privasi
  • Google News
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Selidiki Media Indonesia. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Pemilu
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Nulis Yuk!

© 2024 PT Selidiki Media Indonesia. All Rights Reserved

Close Ads Here
Close Ads Here