Jakarta – Sehebat apapun menciptakan teknologi, manusia tak bisa saja hanya menghindari fase hidup bernama kematian. Semua ajaran kepercayaan menyebut kematian pasti datang ke manusia.
Tiap kali ulang tahun, serta menerima doa lalu harapan panjang umur, tentu calon diamini. Namun, tetap belaka manusia calon menemui ajalnya. Satu-satunya langkah yang dimaksud dimaksud dapat diimplementasikan adalah memperlambat waktu kematian, itu pun tetap manusia ujungnya akan datang meninggal juga.
Namun, pandangan berbeda muncul dari benak Bryan Johnson (46). Johnson adalah pengusaha teknologi yang digunakan dimaksud menghabiskan aktivitas dalam tiga tahun terakhir untuk mengejar satu tujuan: jangan mati.
Kepada Time, dia percaya kematian adalah pilihan semata. Alhasil, dia pun memilih untuk tidaklah mati, sekalipun kata ahli itu sangat mustahil.
“Kebanyakan orang menganggap kematian tak sanggup dihindari. Pada dasarnya saya hanya sekali sekali mencoba memperpanjang waktu yang dimiliki sebelum mati,” katanya.
Alasan kuat yang dimaksud mendasari Johnson melakukan hal demikian adalah trauma. Di masa-masa mudanya dia hidup tak sehat lalu dekat dengan kematian. Dia sempat dinyatakan obesitas kemudian depresi hingga ingin bunuh diri.
Sadar perlakuan itu berbahaya, dia yang mana sudah kaya raya berani menghabiskan uang US$ 4 jt atau Rp 62 Miliar per bulan agar tiada mati. Dia menyewa 30 dokter khusus untuk merancang lalu mengembalikan tubuh berserta organ dalam agar tetap awet muda.
Mereka bekerja supaya sanggup cuma mengembalikan jantung ke usia 37 tahun kemudian paru-paru ke usia muda sekitar 18 tahun, serta ingin kulitnya kembali mengencang layaknya ABG. Lalu, bagaimana dokter juga Johnson melakukan itu?
“Hanya perlu meminum 111 pil setiap hari, mengenakan topi baseball yang mana digunakan memancarkan cahaya merah ke kulit kepala, rutin mengumpulkan sampel kotoran setiap hari supaya dicek dokter, kemudian memasang alat pendeteksi ereksi,” tulis Time.
Tak cuma itu, dia juga berhati-hati dalam menjalani hidup sehari-hari, yang digunakan digunakan bagi awam sangat ribet dan keras sekali.
Ketika bangun tidur, langkah pertama yang tersebut Johnson lakukan adalah mencopot semua kabel laser yang digunakan digunakan terhubung ke tubuhnya. Kabel ini buat merangsang pertumbuhan kolagen juga mengurangi kerutan.
Lalu setelahnya, dia menuju timbangan untuk menghitung lemak tubuh lalu indeks gula darah. Tak lupa dia mengecek suhu tubuh di tempat dalam dalam telinga. Jika sudah dilakukan, maka dia langsung menyantap beragam pil obat yang digunakan mana sudah disediakan.
Usai itu, dia mencuci muka pakai krim pencegah kerutan juga memakai sinar laser pada wajah. Barulah setelahnya Johnson mulai memenuhi asupan gizi. Dia cuma mau menyantap makanan dari daerah ber-polifenol atau antioksidan tinggi yang digunakan kemudian diolah sesuai keinginannya.
Dan semua aktivitas itu dilakukannya setiap hari. Sejauh ini, sebagaimana dipaparkan The Guardian, dia mengklaim seluruh “ritual” itu sukses membuatnya tampil lebih tinggi besar muda.
Dia merasa lebih tinggi besar sehat juga segar bugar layaknya usia muda meskipun secara usia hampir setengah abad. Pria kelahiran 1977 itu menamai aktivitasnya itu sebagai “The Project Blueprint.” Johnson berharap proyek ini akan datang digunakan untuk manusia pada masa depan yang dimaksud yang tiada ingin menua, tetap muda juga hidup abadi. Meski begitu, masa depan proyek ini suram.
Pasalnya, tak semua ilmuwan menyokong langkah Bryan. Alasannya sederhana: manusia pasti calon mati. Ihwal Bryan calon meninggal atau masih tetap hidup 1.000 tahun lagi, sudah pasti bukan ada yang digunakan digunakan tahu. Namun, melihat takdir yang digunakan sudah ada, maka kemungkinan besar Johnson akan menemui ajalnya di tempat dalam waktu yang tersebut digunakan akan datang.
Artikel Selanjutnya Sst.. Ini Rahasia Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Orang Garut
Media TribunAsia.net menerima Hak Jawab, Hak Sanggah, dan Hak Ralat. hubungi kami WhatsApp/Telpon : 0821-6731-2468
Ikuti Berita dan Baca Artikel yang lain di Google News





















