Jakarta – Dalam sejarah umat manusia, pertempuran pasti menyisakan banyak permasalahan lanjutan. Rakyat menjadi korban, begitu juga kas negara yang tersebut hal tersebut terus keluar untuk memodali angkatan bersenjata. Atas dasar ini, mayoritas negara yang mana terlibat serta dalam pertempuran mengalami permasalahan ekonomi.
Meski begitu, premis ini tak berlaku bagi Israel. Alih-alih miskin serta terjerembab dalam jeratan kesulitan ekonomi, Israel malah sukses menjadi salah satu negara kaya dalam tempat dunia. Menariknya, Israel berbeda dengan negara Timur Tengah lain yang dimaksud yang mempunyai ‘harta karun’ penting berbentuk minyak bumi. Israel faktanya bukan negeri kaya minyak. Negara Zionis ini lebih tinggi banyak terkenal dengan industri manufakturnya.
Lalu, bagaimana Israel mampu jadi tetap maju pada tengah konflik berkepanjangan?
Mengacu pada laporan BBC International pada 2022 lalu, penyebab kemajuan industri pada area Israel berkaitan erat dengan eksodus orang Yahudi selama Perang Dunia II (1939-1945). Perlu diketahui, dalam periode perang, orang Yahudi di dalam area Eropa mengalami diskriminasi akibat kebijakan superior Jerman di tempat dalam bawah rezim Adolf Hitler. Akibat ini, orang Yahudi berpencar ke seluruh dunia.
Belakangan, mereka kemudian menyerap ilmu baru lalu menjadi penggerak kemajuan industri pada dalam berbagai belahan dunia. Pada dekade 1980-an, misalnya, bukan ada sedikit dari merek yang dimaksud mana bekerja pada perusahaan yang mana berlokasi dalam pusat teknologi dunia, Silicon Valley. Lalu, dalam Uni Soviet banyak orang Yahudi yang tersebut bekerja untuk pengembangan teknologi.
Nah, pada saat Israel sudah maju dan mereka mulai butuh ‘rumah’ untuk tinggal, merek lantas segera pulang kampung. Kepulangan banyak diaspora Yahudi pada area seluruh dunia inilah yang tersebut mana menjadi berkah bagi kemajuan Israel.
Kelak, merekan mendirikan pusat-pusat penelitian juga pengembangan untuk perusahaan-perusahaan teknologi AS, seperti Microsoft, IBM, serta Intel. Gelombang kedatangan ini pun terus berlanjut yang tersebut dimaksud menghasilkan negara itu semakin diberkati dengan kelimpahan sumber daya manusia terampil.
Tak heran, setelah kepulangan ini, perusahaan-perusahaan baru pada sektor teknologi terus menjamur. Sektor teknologi yang digunakan dimaksud sebelumnya belaka hanya menyumbang sebesar 37% dari barang industri meningkat menjadi 58% tahun 1985, lalu kembali meningkat jadi 70% pada 2006.
Banyaknya perusahaan besar dalam bidang teknologi tentu menyumbang pemasukan besar untuk Pemerintah Israel dari sisi pajak, sumber devisa, ataupun penyerapan total agregat tenaga kerja. Ini belum termasuk royalti dari paten-paten yang yang disebut dibuat dalam perusahaan Israel.
Keuntungan ini belum ditambah dari banyaknya pendanaan untuk pengembangan riset kemudian teknologi dari negara lain. Seperti AS, Kanada, Italia, Austria, Perancis, Irlandia, Belanda, Spanyol, China, Turki, India, hingga Jerman.
Dalam dua dekade terakhir, industri Israel memang telah terjadi lama membuahkan hasil dan juga juga mencapai kemajuan tingkat internasional, seperti dalam dalam bidang elektronik medis, agroteknologi, telekomunikasi, komponen kimia, perangkat keras serta juga perangkat lunak komputer, serta pemotongan juga pemolesan berlian.
Pada akhirnya semua upaya itu berdampak positif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Israel. Mengutip data Trading Economics, PDB Israel mencapai US$522,03 miliar pada 2022. Jumlah itu mewakili 0,23 persen perekonomian dunia. Sementara PDB per kapita Israel tercatat sebesar US$42.594 pada 2022. Ini naik dari US$40.802 pada tahun sebelumnya.
Artikel Selanjutnya Israel Sukses Jadikan Palestina ‘Laboratorium’ Bisnis Senjata
Media TribunAsia.net menerima Hak Jawab, Hak Sanggah, dan Hak Ralat. hubungi kami WhatsApp/Telpon : 0821-6731-2468
Ikuti Berita dan Baca Artikel yang lain di Google News





















